Desa

Mainan Kayu Unik Desa Wanurejo

Desa Wanurejo, Kabupaten Magelang menyulap sisa limbah kayu menjadi aneka mainan kayu.

Ahmad Yunus
Mainan Kayu Unik Desa Wanurejo
Desa Wanurejo, Kabupaten Magelang mengolah berbagai bahan limbah kayu menjadi aneka mainan kayu bernilai ekonomi. Freepik / Kanal Desa

Desa Wanurejo, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah seperti desa kebanyakan di Indonesia. Kekayaan sumber daya alam masih menjadi tulang punggung kehidupan masyarakatnya. Selain produk pertanian, desa ini juga menghasilkan kayu untuk keperluan meubel maupun bangunan rumah.

Kini, kayu yang melimpah ini pun menjadi sumber ekonomi masyarakatnya. Khususnya, memanfaatkan limbah kayu yang sebelumnya hanya menjadi kayu bakar. Berbekal potensi dan keterampilan pengrajin Desa Wanurejo, mereka berhasil membuat aneka kerajinan berbahan limbah kayu ini. Seperti mainan anak maupun pajangan artisitik rumah.

Berbagai produk ini kini menjadi oleh-oleh dan penyokong wisata di kawasan Borobudur. Warga juga mendirikan galeri sekaligus wahana wisata pendidikan di Desa Wanurejo sebagai penjunjang produk kriya ini.

Kreativitas warga Desa Wanurejo pun mendapat sambutan dari berbagai pelaku wisata. Termasuk mendapatkan kunjungan dari Menteri Pariwisata Sandiaga Uno dalam mendukung wisata di Borobudur. Keberadaan produk dari Desa Wanurejo menambah nilai plus selain pemanfaatan dari kayu limbah untuk keperluan berbagai produk kerajinan.

Baca Lainnya

Dandangan, pasar malam penyambut Ramadan di Kudus
Desa

Dandangan, pasar malam penyambut Ramadan di Kudus

Rasa kangen warga Kudus dan sekitar terobati dengan diadakannya Dandangan pada Ramadan 1444 H lalu. Tradisi menyambut Ramadan ini menghidupkan malam-malam menjelang bulan suci dengan aneka ragam sajian pasar malam, dari kuliner sampai macam-macam permainan untuk keluarga dan anak-anak.

Muhammad Kautsar

Biola bambu dari kaki Muria
Desa

Biola bambu dari kaki Muria

Bahannya memanfaatkan bambu yang tumbuh di sekitar lereng Muria. Jenis bambunya wulung dan petung dengan diameter mencapai 20 cm dan panjang 20 meter.

Noor Syafaatul Udhma