BUMDes

Kian Terang BUMDes Sinar Usaha

BUMDes Sinar Usaha bangkit dari kegagalan. Mulai bersinar empat tahun terakhir ini dan berdampak bagi desa hingga memberi beasiswa.

Zulkifli Mangkau
Kian Terang BUMDes Sinar Usaha
BUMDes Sinar Usaha bangkit dari kegagalan dan kini menjadi motor penggerak ekonomi di Desa Tabongo Timur, Gorontalo. Zulkifli Mangkau / Kanal Desa

Sejak berdiri tahun 2017 dan digelontorkan dana ratusan juta oleh pemerintah Desa Tabongo Timur, Kecamatan Tabongo, Kabupaten Gorontalo, BUMDes Sinar Usaha merangkak lewat usaha jasa peminjaman tenda dan kursi. Dengan harapan lini usaha ini dapat memberikan keuntungan dan sumbangsih pendapatan ke desa.

Namun, selama dua tahun berjalan, usaha itu ternyata berujung mangkrak. Pihak desa dan pengurus BUMDes tidak tahu salahnya ada di mana. Padahal dana yang sudah dikeluarkan begitu besar. Evaluasi manajemen pun mereka bedah. Terlebih saat itu suasana politik di desa tengah memanas karena masuk kalender pilkades.

November 2019, warga memilih Harianto N. Ismail sebagai kepala desa baru di Tabongo Timur. Salah satu agenda gentingnya adalah mengatasi BUMDes yang berada di ujung tanduk. Harianto memang punya mimpi agar desanya berkembang melalui ekonomi. Ia menyadari keberadaan BUMDes bisa menjadi motor penggerak perubahan. Namun, langkah apa yang ia ambil disaat BUMDes Sinar Usaha yang berada antara hidup dan mati ?

“BUMDes memang menjadi tujuan saya setelah menjabat kepala desa, dan langsung memberi perhatian pada pemilihan pengurus yang baru,” kata Harianto. Menurutnya, pengurus BUMDes harus dipilih secara teliti agar pengelolaan ke depan bisa berjalan dengan lancar. Apalagi, ini menyangkut hajat hidup orang banyak.

Termasuk dalam mengelola sumber dana yang besar dan harus bermanfaat bagi masyarakat desa. Menurutnya, membangun integritas dan transparansi keuangan menjadi kunci manajemen sebuah BUMDes.

“Karena ini mengelola uang negara, kami mengingatkan juga agar pengelolaannya transparan dan taat administrasi,” tegas Harianto.

Harianto menaruh harapan besar dengan perombakan struktur dan pemilihan direktur yang baru di BUMDes Sinar Usaha. Keinginannya tak muluk, bagaimana dana yang dimiliki oleh desa bisa dimanfaatkan oleh BUMDes dan bisa dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

“Dan tidak mengulang kesalahan perencanaan bisnis seperti dua tahun yang lalu,” ingatnya.

BUMDes Sinar Usaha menyediakan berbagai peralatan dan produksi bagi petani.
BUMDes Sinar Usaha menyediakan berbagai peralatan dan produksi bagi petani. Zulkifli Mangkau / Kanal Desa

Mulai Bersinar

BUMDes Sinar Usaha akhirnya punya pemimpin baru, namanya Faisal Hidayat yang kini menjabat sebagai direktur BUMDes Sinar Usaha di Desa Tabongo Timur. Setelah dilantik awal tahun 2020, Faisal langsung tancap gas. Hal pertama yang dilakukannya adalah memetakan masalah yang ada di BUMDes dan menyusun kerangka bisnis.

Dia menilai, ada kekeliruan strategi yang dilakukan BUMDes sebelumnya. Usaha yang dijalankan tidak menjawab kebutuhan warganya. Sehingga usaha itu tidak berjalan lancar dan membantu masyarakat.

“Kami melihat ada perencanaan yang belum matang dan riset yang tidak kuat dalam pengambilan keputusan bisnis yang dijalankan. Makanya dua hal itu yang saya lakukan sebelum mengambil kebijakan selanjutnya,” terang Faisal.

Desa Tabongo Timur sendiri dihuni oleh 3000’an jiwa. Ada banyak keinginan yang harus dipenuhi dan diselesaikan oleh BUMDes. Program usaha harus nyata dan sesuai dengan kebutuhan di desa ini yang kebanyakan bekerja sebagai petani. Salah satu program usaha bagi BUMDes ini adalah penyediaan logistik pertanian. Kebutuhan utama yang selama ini dikeluhkan oleh warga sekitar.

“Desa Tabongo Timur ini 90 persen petani, mengapa tidak memulai usaha dari jual beli kebutuhan pertanian saja,” ungkap Faisal.

Ide ini benar adanya dan sesuai dengan permasalahan dan kebutuhan dari petani. Pengadaan kebutuhan pupuk dan bibit menjadi prioritas utama. Terlebih di sana harga kedua bahan baku ini terbilang mahal dan sulit didapatkan. Kelangkaan dan harga yang mahal membuat petani di sana tak mendapat keuntungan yang banyak dari hasil panen. Kondisi ini menjadi peluang bagi BUMDes Sinar Usaha untuk menjawab masalah ini.

“Kami membuat saprodi (sarana alat produksi) tani yang menjual kebutuhan pertanian, tentu untuk membantu para petani. Kami menjualnya dengan harga murah dari pasaran dan mudah diakses,” tegas Faisal menjanjikan.

Ide pengadaan alat saprodi tani disambut warga dan langsung dirasakan manfaatnya. Toko menjadi lebih hidup dan ramai dikunjungi. Keuntungan dari bisnis ini memang belum terlihat nyata. Terlebih saat itu terjadi pandemi yang membuat petani sulit mencari pendapatan ekonomi.

“Tapi kami bisa bertahan meskipun Covid, usaha lancar dan tak ada kendala. Bahkan kami bisa memberikan sumbangsih ke desa,” terang Faisal.

Transparansi dan perencanaan bisnis menjadi kunci keberhasilan BUMDes Sinar Usaha.
Transparansi dan perencanaan bisnis menjadi kunci keberhasilan BUMDes Sinar Usaha. Zulkifli Mangkau / Kanal Desa

Lalu Lintas Keuangan BUMDes SInar Usaha

Dana yang didapatkan Faisal untuk mengelola BUMDes Sinar Usaha lumayan besar. Suntikan pertama sebesar Rp 150 jtua dan kemudian digelontorkan lagi sebesar Rp 200 juta. Beruntung dari usaha ini bisnis berjalan dan mereka mampu mengembalikan dana modal ini pada desa.

Dalam catatan pembukuan BUMDes Sinar Usaha sendiri, sepanjang tahun 2020-2021 keuntungan bersih yang disetorkan BUMDes untuk PADes sebesar Rp 11 juta.

Kali ini nama sinar usaha juga menjadi hoki. Pada tahun 2021-2022, keuntungan merangkak naik dan membuat sayap usaha mereka melebar melalui penjualan hasil bumi, kerja sama penjualan UMKM, agro industri, internet, kebun porang, tabung gas, hingga memiliki pertashop hasil kerja sama dengan Pertamina. Pada tahun yang sama, BUMDes Sinar usaha berhasil menyumbang PADes sebesar Rp 26 juta dan pada tahun berikutnya menyumbang keuntungan sebesar Rp 36 juta.

“Sekarang ada kenaikan yang tinggi dan di luar perkiraan,” ujar Harianto bangga. Dari usaha ini mereka juga mampu menyerap tenaga kerja sebanyak 9 orang dengan penggajian yang disepakati bersama. Mulai dapat gaji Rp 1,5 hingga Rp 1,9 juta per bulannya. Gaji ini memang masih di bawah upah minimum Gorontalo. Namun, Faisal yakin dari usaha lain, perlahan karyawannya akan mendapatkan gaji yang layak.

“Tujuan kami memang ingin menjamin para karyawan akan menerima gaji yang layak dan itu sementara kami upayakan dengan berbagai ide bisnisnya yang sementara kami buat,” harapnya.

Kini, seiring berjalannya waktu, lini usaha BUMDes terus bergerak. Bahkan dalam catatan Faisal, total aset yang dimiliki oleh BUMDes Sinar Usaha sebesar Rp 1.2 miliar!.

Pertashop menjadi salah satu usaha yang ikut mendongkrak usaha BUMDes Sinar Usaha.
Pertashop menjadi salah satu usaha yang ikut mendongkrak usaha BUMDes Sinar Usaha. Zulkifli Mangkau / Kanal Desa

Belajar Dari Pengalaman

Belajar dari pengalaman adalah guru yang berharga bagi BUMDes Sinar Usaha setelah mereka melewati jalan terjal dalam wirausaha. Tak disangka usaha ini mampu melompat ke arah lebih tinggi. Semua usaha berjalan lancar dan telah memberikan dampak yang nyata bagi desa dan warganya. Perencanaan yang baik serta kemampuan membaca situasi sangat penting sebagai modal awal sebuah usaha. Sehingga keberadaan BUMDes Sinar Usaha pun bisa menjawab segala kebutuhan ini.

Faisal juga mengingatkan agar BUMDes senantiasa berkoordinasi dengan pihak pemerintah desa agar menyamakan visi dalam membangun desa. Ada banyak BUMDes yang hanya tergiur karena suntikan dana awal sebagai modal. Namun tidak mampu memutar menjadi usaha sehingga menghadapi persoalan dan kebangkrutan.

Tak hanya itu, manajerial yang kuat serta standar kerja sebuah usaha juga penting dipersiapkan agar BUMDes bisa berjalan sesuai dengan kinerjanya. Termasuk membuat pelaporan keuangan yang tepat agar bisa diawasi secara bersama.

“Keuntungan dan kerugian bisa saya pantau melalui sistem dan database yang sudah saya buat,” kata Faisal. Sistem ini, menurutnya menjadi rujukan apa usaha BUMDes berjalan dengan baik atau malah merugi. Termasuk menghitung kalender kemajuan sebuah usaha. Semua perencanaan ini butuh keilmuan dan proses sehingga tumbuh menjadi BUMDes yang berdaya.

“Peraturan desa BUMDes juga penting agar kami bekerja dengan serius dan punya aturan main terkait pengelolaan modal BUMDes,” ujarnya.

Menyalurkan Beasiswa

Saat ini, Harianto bisa bernapas dengan lega. Visinya menjalankan ekonomi masyarakat melalui BUMDes berjalan dengan lancar. Namun, dia masih memiliki ambisi yang lain setelah perjalanan BUMDes Sinar Usaha sejauh ini. Ia ingin agar BUMDes tak lagi bergantung pada anggaran desa dan menjadi penopang kebutuhan desa ke depannya.

“Saya malah merencanakan hasil dari BUMDes Sinar Usaha ini akan dijadikan sebagai dana abadi di desa,” tekadnya. Dana ini bisa digunakan saat desa menghadapi bencana atau tak ada lagi bantuan dari pemerintah pusat. Kemandirian ini menjadi tulang punggung bagi BUMDes ke depannya.

Kepala Desa Tabongi Timur Harianto juga sadar. Dalam membangun desa bukan hanya dilihat dari bangunan yang banyak atau pekerjaan proyek ada di mana-mana. Tapi bagaimana membangun sumber daya manusia di desa.

“Salah satu cara kami adalah mengembalikan PADes yang didapatkan dari sumbangan BUMDes, kami kembalikan melalui program ke masyarakat,” ujarnya. Program yang dimaksud Harianto adalah pemberian beasiswa pendidikan kepada masyarakat yang belum mampu. Utamanya pada anak-anak yang terkendala biaya.

Hingga saat ini, BUMDes Sinar Usaha telah menyalurkan bantuan program beasiswa bagi 26 siswa jenjang SD, SMP, dan hingga kuliah yang bersumber dari PADes ini. “Pembangunan itu bukan hanya fisik, tapi juga pengembangan pada perbaikan pendidikan masyarakat itu sendiri,” jelasnya.

BUMDes Sinar Usaha semakin terang keberadaannya bagi masyarakat dan desa. Kini, menjadi tulang punggung dan obor bagi kemakmuran warga di Desa Tabongo, Gorontalo, Sulawesi.

Baca Lainnya