Desa

Rona Anggrek Dari Desa Dadaprejo

Desa Dadaprejo, Kabupaten Batu, Jawa Timur mengembangkan desa wisata berbasis anggrek secara mandiri. Menjadi basis budidaya, riset, sekaligus pengembangan ekonomi warga.

Ahmad Yunus
Rona Anggrek Dari Desa Dadaprejo
DD Orchids bersama 108 mitra petani anggrek lainnya telah menggerakan ekonomi Desa Dadaprejo, Kabupaten Batu, Jawa Timur berbasis plasma budidaya anggrek. Ahmad Yunus / Kanaldesa

Lelaki gondrong berkaos oblong itu membuka gerbang seluas lapangan badminton. Udara di dalam ruangan itu terasa hangat. Kiri kanan dan atapnya ditutup dengan plastik ultra violet. Isinya, ada ratusan jenis anggrek spesies asli Indonesia. Dari Papua, Kepulauan Maluku, Kalimantan, dan daerah lainnya. Anggrek berbagai jenis ini merupakan koleksi sekaligus inang penting bagi anakan anggrek. Rupa bunga, warna, dan daunnya juga beragam.

Inilah “surga” anggrek dari DD Orchids yang berlokasi di Desa Dadaprejo, Kabupaten Batu, Jawa Timur. Ribuan hasil anakan anggrek berhasil dikembangkan dan menjadi tulang punggung ekonomi bagi masyarakat desa ini. Bahkan, dari anggrek ini pun menjadikan desa ini terkenal sebagai desa wisata anggrek di Indonesia.

“Butuh passion untuk mengembangkan anggrek,” ujar Dedek Setia Santoso, 42 tahun, kolektor sekaligus pemilik DD Orchids. Lelaki tambun berkulit legam ini mengembangkan anggrek bukan sekedar budidaya saja. Tapi juga mendorong geliat kehidupan anak muda Desa Dadaprejo, Kabupaten Batu. Mulai dari pelatihan anggrek, pengembangan wisata, hingga kegiatan sosial desa.

“Ibu-ibu dan anak-anak desa ini semua terlibat. Ada yang nyiapin makanan, kirim paket pesanan, hingga pembudidaya,” katanya tenang. Dedek memang lelaki yang jatuh cinta dengan anggrek. Dari belajar secara otodidak, ia berhasil mengembangkan 200 jenis silangan anggrek dan telah didaftarkan di The Royal Horticulture Society (RHS) yang berbasis di Inggris.

Sebut saja, Dendrobium Black Mamba, Mufidah JK, Cettar, Shinning Batu, Indonesia Damai, Binatang Jalang, ada deretan nama yang telah mendapatkan apresiasi internasional dari First Class Certificate (FCC) dari Singapura pada tahun 2018.

Dedek Setia Santoso dan warga Desa Dadaprejo mengembangkan desa wisata anggrek yang berlokasi di Kabupaten Batu, Jawa Timur. Menjadi sentra budidaya, riset, sekaligus pengembangan ekonomi desa.
Dedek Setia Santoso dan warga Desa Dadaprejo mengembangkan desa wisata anggrek yang berlokasi di Kabupaten Batu, Jawa Timur. Menjadi sentra budidaya, riset, sekaligus pengembangan ekonomi desa. Ahmad Yunus / Kanaldesa

“Mas Dedek dan kami warga asli sini, awalnya kita semua bisnis katering. Cuci piring,” ujar Andi Wibowo, Ketua Wisata Edukasi Anggrek Dadaprejo sambil tersenyum.

Menurutnya, tak mudah menjadikan DD Orchids pada titik ini. Berdiri pada tahun 2005 dengan modal seadanya. Berawal dari satu bibit dan mulai belajar dan berdagang secara gerilya. Dari hasil usaha ini, perlahan kebun anggrek pertama terbentuk secara sederhana. Seluas 1 meter persegi di samping rumahnya dan kini berkembang menjadi 5 ribu meter persegi.

“Kalau sudah hobi tidak merasa rugi, tapi juga harus ada manfaatnya,” ujar Dedek. Kini, DD Orchids telah memiliki 108 titik greenhouse dan melibatkan petani lokal. Tersebar di beberapa dusun, seperti Areng-areng, Karangmloko, Dadaptulis Dalam, Dadaptulis Utara, Dauan, Semanding, Junreja, dan Tegalweru.

Pola kerjasamanya tak rumit. Para petani hanya menyediakan lahan. Bangunan dan anggrek disuplai dari DD Orchids. Pola mitra bisnis seperti ini menguntungkan kedua belah pihak.

“Kalau bangun dari awal butuh waktu dan modal banyak. Prinsipnya kita bagi untung,” katanya. Para petani didampingi dari nol agar berhasil mengembangkan bibit anggrek ini.

Kabupaten Batu menyimpan potensi wisata sekaligus penghasil berbagai komoditas pertanian dan peternakan.
Kabupaten Batu menyimpan potensi wisata sekaligus penghasil berbagai komoditas pertanian dan peternakan. Lokadata / Lokadata

Desa Mandiri Desa Dadaprejo

Kabupaten Batu memang terkenal sebagai tujuan wisata di Malang. Ada banyak lokasi wisata yang telah menyedot para wisatawan lokal dan internasional. Tak hanya itu, lokasinya yang berada di ketinggian, dengan tanahnya yang subur, membuat Batu juga menghasilkan banyak komoditas pertanian dan peternakan.

Tak salah, jika setiap akhir pekan, Batu kerapkali macet dan dibanjiri para wisatawan untuk menikmati suasana Batu. Melihat ini, menurut Andi Wibowo, ia tak ingin menjadi warga penonton saja. Mereka berpikir keras agar kondisi menjadi peluang ekonomi dari keberkahan wisata Batu.

“Desa kita jadi jalan alternatif untuk menghindari kemacetan. Dari situ, kita punya ide untuk mengembangkan desa wisata,” kata Andi Wibowo.

Sekumpulan anak muda ini pun berkumpul mencari ide. Beruntung, Dedek Setia Santoso juga adalah mantan pengurus Karang Taruna Dadaprejo dan punya jiwa sosial yang tinggi. Berbasis pada anggrek, mereka bergerak bersama dalam mengembangkan desa wisata anggrek Desa Dadaprejo.

“Mitra DD Orchids beredar di berbagai dusun dan juga dikelola oleh anak-anak muda. Jadi kenapa tidak dijadikan wisata,” katanya. Dari anak-anak muda ini mereka punya pengalaman yang berbeda. Ada yang punya bisnis penyedia alat hajatan, katering, hingga pengurus masjid.

Pelatihan anggrek menjadi salah satu peluang bisnis yang kini dikembangkan oleh kelompok wisata anggrek Desa Dadaprejo, Kabupaten Batu, Jawa Timur.
Pelatihan anggrek menjadi salah satu peluang bisnis yang kini dikembangkan oleh kelompok wisata anggrek Desa Dadaprejo, Kabupaten Batu, Jawa Timur. Ahmad Yunus / Kanaldesa

“Dari berbagai pengalaman ini kita sama-sama jalankan wisata anggrek ini,” katanya sambil tersenyum. Setiap hari, desa ini pun ramai dengan kegiatan pelatihan, penelitian, hingga rekreasi anggrek. Berbagai kunjungan dari anak-anak, perusahaan, peneliti, hingga pecinta anggrek kerap meramaikan desa. “Ada yang jualan cilok, oleh-oleh, batik, semua laku,” kata Andi Wibowo.

DD Orhids punya bangunan yang lengkap. Mulai pembibitan, pembesaran, ruang pelatihan, ruang pengiriman barang, hingga kedai kopi. Sebuah asrama dengan kapasitas 60 orang juga berdiri dekat lokasi kebun tempat para pelajar bisa menginap sekaligus belajar anggrek.

Tempat ini menjadi “sekolah” anggrek gratis dan menjadikan mereka sebagai petani sekaligus pengusaha anggrek yang tersebar ke berbagai daerah. Termasuk menjadi wadah menampung hasil kerajinan warga, seperti produk batik, gerabah anggrek, hingga keperluan budidaya anggrek lainnya. “Siapapun bisa belajar gratis di sini,” kata Dedek sambil tertawa.

Kini, 108 petani anggrek telah menjadi mitra utama DD Orchids dan menyerap tenaga kerja lebih dari 50 orang karyawan. Mereka kebanyakan warga sekitar Desa Dadaprejo. Ada yang fokus sebagai pembudidaya, ada yang juga fokus bekerja sebagai marketing. Keberadaaan DD Orchids pun perlahan menjadi jantung yang menghidupkan Desa Dadaprejo sebagai desa mandiri di Kabupaten Batu, Jawa Timur.

DD Orchids menghasilkan ribuan bibit anggrek yang kini menjadi produk sekaligus ekonomi bagi masyarakat Desa Dadaprejo, Kabupaten Batu, Jawa Timur.
DD Orchids menghasilkan ribuan bibit anggrek yang kini menjadi produk sekaligus ekonomi bagi masyarakat Desa Dadaprejo, Kabupaten Batu, Jawa Timur. Ahmad Yunus / Kanaldesa

Inovasi DD Orchids

Berbagai spesies baru kini telah menghiasi koleksi DD Orchids. Khususnya, jenis Dendrobium dan Cattleya.Berbagai silangan ini merupakan hasil pengembangan dari laboratorium DD Orchids dan diburu para pecinta anggrek Indonesia.

Tak hanya itu, mereka juga melayani permintaan konsumen. Misalnya, penamaan anggrek secara personal. Permintaan khusus ini pun menjadi potensi bisnis bagi usaha anggrek. Misalnya, jenis anggrek Rlc. Batu Beauty sebagai hadiah untuk Kota Batu sebagai sentra anggrek Indonesia.

Dedek dan anak-anak muda Desa Dadaprejo punya segudang mimpi agar usaha budidaya anggrek ini tidak sekedar menghidupi warga desanya. Tapi juga menjadi salah satu pelestari anggrek spesies Indonesia.

“Kita kembangkan khusus jenis anggrek dari Papua,” kata Dedek Setia Santoso.

Indonesia, menurut Dedek, adalah surga anggrek dunia. Namun, keberkahan ini belum menjadi potensi ekonomi yang bisa memakmurkan masyarakatnya. Padahal, dengan kondisi geografisnya, Indonesia bisa menjadi pemasok penting anggrek dunia. Tak hanya itu, ancaman lain juga terjadi kerusakan hutan yang ikut mengancam keberadaan anggrek-anggrek alam unik ini.

DD Orchids mengoleksi berbagai anggrek spesies dari Indonesia dan dunia. Menjadi pusat penelitian sekaligus konservasi pengembangan anggrek berbasis masyarakat desa.
DD Orchids mengoleksi berbagai anggrek spesies dari Indonesia dan dunia. Menjadi pusat penelitian sekaligus konservasi pengembangan anggrek berbasis masyarakat desa. Ahmad Yunus / Kanaldesa

“Anggrek punya ekonomi ekonomi yang besar, permintaan di berbagai daerah Indonesia dan dunia juga tinggi,” ujar Dedek menambahkan.

DD Orchids terus mendorong dan bermitra dengan para petani lokal melalui pengembangan plasma anggrek. Keberadaan plasma anggrek ini ikut membantu ekonomi warga desanya. Di luar itu, saat ini keberadaan pameran anggrek, hingga kebutuhan mengisi interior perkantoran, menjadikan anggrek semakin populer di masyarakat.

Keberhasilan Dedek melalui DD Orchids telah menjuarai lomba anggrek tingkat nasional hingga apresiasi sertifikasi internasional dunia. Penghargaan ini ikut menjadikan Desa Dadaprejo terkenal di mata para pecinta anggrek Indonesia dan internasional. Sekaligus, menjadi rumah yang menghidupkan warga desanya sebagai pembudidaya anggrek terbaik Indonesia.

Baca Lainnya