BUMDes

BUMDes Aji Bodronoyo, Juara Berkat Aplikasi Lawan Rentenir

BUMDes Aji Bodronoyo berhasil menjadi juara BUMDes terbaik Jawa Tengah 2025. Salah satu inovasi terpentingnya adalah membuat aplikasi untuk mengatasi masalah rentenir di pasar desa.

Ainur Rohman
BUMDes Aji Bodronoyo, Juara Berkat Aplikasi Lawan Rentenir
Desa Sumowono terletak di lereng kaki Gunung Ungaran, Semarang bagian selatan. BUMDes Aji Bodronoyo / Dispermadesdukcapil Jawa Tengah

DARI lereng kaki Gunung Ungaran, Semarang bagian selatan, hidup sebuah desa yang asri bernama Desa Sumowono. Memiliki pemandangan perbukitan, hamparan sawah, dan kebun, desa ini memang cocok sekali bernama Sumowono yang merupakan gabungan dua kata dari bahasa Kawi yakni Sumo (bunga) dan Wono (hutan).

Dihantam badai Covid-19, Sumowono tidak baik-baik saja. Masalah-masalah ekonomi dan pengangguran mulai muncul. Oleh karena itu, pada 2021, Pemerintah Desa Sumowono berinisiatif melahirkan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) yang diberi nama Aji Bodronoyo.

BUMDes ini lahir dengan tujuan untuk mengelola potensi ekonomi desa dan meningkatkan kesejahteraan warganya. Pada mulanya, BUMDes ini memiliki dua unit usaha.

“Seiring berjalannya waktu, berkat kerja keras dan kegigihan bersama, saat ini kami sudah mengelola lima unit usaha,” kata Direktur BUMDes Aji Bodronoyo Bambang Wahyu Nugroho dikutip dari kanal Dinas Pemberdayaan Masyarakat, Desa, Kependudukan, dan Pencatatan Sipil, Jawa Tengah.

Lima unit usaha yang aktif di BUMDes Aji Bodronoyo adalah pasar desa, lembaga keuangan mikro, pengelolaan sampah, pengelolaan Alun-Alun Sumowono, dan membuat serta menjalankan online shop Sumowono bernama ONNO.

Pasar desa saat ini menjadi tulang punggung perekonomian BUMDes Aji Bodronoyo. Pasar ini menjadi pusat pertemuan antara pedagang sayur lokal, pedagang sayur keliling, dan konsumen. Pasar Sumowono sekarang memiliki sekitar 600 kios dan lapak. Jumlah pedagang aktif mencapai 80%.

Sejak 2023, sistem retribusi di pasar desa sudah dijalankan secara digital dengan bantuan aplikasi bernama DIGIT, akronim dari digital terintegrasi.

Aplikasi ini adalah bentuk integrasi antara pasar desa dan lembaga keuangan desa (LKD). DIGIT berfungsi sebagai alat utama dalam penarikan retribusi pasar desa dan pengelolaan tabungan bagi pedagang pasar. Ini adalah langkah progresif dalam pengelolaan BUMDes Aji Bodronoyo.

Pembuatan aplikasi DIGIT ini adalah jawaban atas permasalahan rentenir yang marak di Pasar Desa Sumowono. Dengan mengintegrasikan LKD dan pasar desa, BUMDes Aji Bodronoyo menyediakan akses kredit yang terjangkau bagi pedagang. Dampaknya, pedagang bisa terhindar dari jeratan rentenir.

Adanya aplikasi DIGIT, membantu BUMDes Aji Bodronoyo dalam menekan kebocoran pendapatan dan meningkatkan transparansi keuangan.
Adanya aplikasi DIGIT, membantu BUMDes Aji Bodronoyo dalam menekan kebocoran pendapatan dan meningkatkan transparansi keuangan. BUMDes Aji Bodronoyo / Dispermadesdukcapil Jateng

Selain itu, aplikasi DIGIT membantu dalam peningkatan efisiensi dan akuntabilitas. Sebab, penarikan retribusi secara non-tunai melalui aplikasi DIGIT membantu BUMDes Aji Bodronoyo dalam menekan kebocoran pendapatan dan meningkatkan transparansi keuangan.

Aplikasi yang lahir berkat kolaborasi BUMDes Aji Bodronoyo dengan Universitas Kristen Satya Wacana, Salatiga ini, mendapatkan apresiasi dengan menjadi pemenang penghargaan Krenova (Kreativitas dan Inovasi) Kabupaten Semarang 2024. Saat ini, Pasar Desa Sumowono menjadi penyumbang pendapatan utama bagi BUMDes Aji Bodronoyo.

Unit usaha kedua adalah lembaga keuangan mikro yang sekarang memiliki lebih dari 600 nasabah dengan aset lebih dari Rp 1 miliar. Selain melayani penyaluran kredit warga desa, LKM Aji Bodronoyo juga menjadi tempat untuk membayar pajak bumi dan bangunan, tagihan listrik, transfer, setor tunai, dan transaksi keuangan lainnya.

Hal ini memungkinkan karena LKM Aji Bodronoyo sudah bekerjasama dengan BRI, Bank Jateng, dan program layanan online bagi pembayaran wajib pajak kendaraan bermotor bernama Samsat Budiman.

Unit usaha ketiga adalah pengelolaan sampah. Fokusnya pada pengelolaan limbah dan sampah dari warga desa maupun dari pasar desa. Meskipun tidak secara langsung menghasilkan pendapatan yang besar, pengelolaan sampah yang baik mampu menjaga keasrian desa dan mendukung lingkungan yang bersih untuk kegiatan ekonomi berkelanjutan.

Unit usaha selanjutnya adalah pengelolaan Alun-Alun Sumowono. Nilai alun-alun ini tidak hanya menjadi unit usaha, tetapi juga menjadi ikon Desa Sumowono.

Berbagai acara besar, baik acara pemerintah desa, acara keagamaan, maupun acara kesenian, telah rutin diselenggarakan di sini. Pengelolaan Alun-Alun Sumowono adalah upaya BUMDes Aji Bodronoyo dalam memanfaatkan potensi desa sebagai tempat berkumpul dan beraktivitas. Dengan mengeksplorasi Alun-Alun Sumowono, BUMDes Aji Bodronoyo bisa menarik banyak pengunjung dan secara otomatis mampu mendukung ekonomi lokal di sekitarnya.

Unit usaha kelima adalah online shop Sumowono bernama ONNO. Diluncurkan pada tahun 2024, ONNO mampu menjembatani UMKM yang ada di desa agar mampu menjual produknya ke pasar yang lebih luas melalui marketplace dan media sosial. Selain itu, ONNO juga menyediakan layanan jasa delivery. Ini membuat jangkauan pasar ONNO dalam menjual produk-produk lokal semakin meluas. Ini tentu mampu mengoptimalkan potensi ekonomi kreatif yang ada di Desa Sumowono.

Pada 2024, BUMDes Aji Bodronoyo membuat online shop yang menyediakan jasa delivery bernama ONNO.
Pada 2024, BUMDes Aji Bodronoyo membuat online shop yang menyediakan jasa delivery bernama ONNO. BUMDes Aji Bodronoyo / Dispermadesdukcapil Jateng

Berkat kelima unit usaha tersebut, menurut Bambang Wahyu Nugroho, BUMDes Aji Bodronoyo terus berkembang. Saat ini, aset BUMDes Aji Bodronoyo sudah lebih dari Rp 2 miliar. ‘’Dari usaha yang dijalankan, BUMDes Aji Bodronoyo mampu menyumbang pendapatan asli desa ratusan juta setiap tahunnya dan mempekerjakan 43 karyawan,” ucap Bambang.

Keberhasilan ini menjadikan BUMDes Aji Bodronoyo menjadi pemenang BUMDes se-Jawa Tengah pada 2025. Bambang mengatakan bahwa BUMDes Aji Bodronoyo akan terus berkomitmen untuk berkontribusi dalam mengoptimalkan potensi desa serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa.

Secara keseluruhan, BUMDes Aji Bodronoyo menonjol karena pendekatannya yang inovatif dalam memanfaatkan teknologi untuk memecahkan masalah ekonomi dan sosial di tingkat desa. Ini menjadikan BUMDes Aji Bodronoyo sebagai model BUMDes yang baik dalam hal produktivitas dan memberikan dampak positif.

Selain BUMDes Aji Bodronoyo, BUMDes Jaya Janti dan BUMDes Prada Mulia juga mencatat prestasi pada pemilihan BUMDes terbaik di Jawa Tengah 2025. BUMDes Jaya Janti yang terletak di Klaten menjadi pemenang kedua. Sedangkan BUMDes Prada Mulia dari Temanggung menempati posisi ketiga. (*)